Jumat, 04 Maret 2011

Macam-macam operator

1. Operator aritmatika : Operator yang mengimplementasikan proses aritmatika atau matematika.

Nach urutan operator dari aritmatika dalam Pemrograman adalah sebagai berikut:

1. Perkalian ( * )
2. Pembagian ( / )
3. Modulasi ( mod ) –> Sisa dari hasil bagi
4. Tambah ( + )
5. Kurang ( – )

Contoh :

5 mod 6 / 3 + 2 maka cara mengerjakannya :

1. 6 dibagi 3
2. 5 mod hasil dari nomer 1
3. hasil dari nomer 2 ditambah 2

Maka ouput dari perhitungan itu bila ditulis dengan bahasa pemrograman adalah: 3

2. Operator Relasi : Operator yang mengimplementasikan besaran suatu variabel.

Nach contoh dari operator relasi adalah:

1. Sama dengan ( = )
2. Tidak sama dengan ( )
3. Lebih dari ( > )
4. Kurang dari ( < ) 5. Lebih dari sama dengan ( >= )
6. Kurang dari sama dengan ( <= )

Nach untuk contohnya saya tidak perlu karena semua pasti sudah mengerti.

3. Operator Boolean: Operator yang menyatakan suatu kondisi tertentu.

Macam dari operator boolean ini adalah:

1. OR –> Prinsip kerja aliran listrik Paralel
2. AND –> Prinsip kerja aliran listrik Seri


Referensi : http://ryanfredy.com/algoritma-pemrograman-operator-dalam-pemrograman.xxx#axzz1FhS1LZpH

Macam-macam tipe data algoritma

Tipe Data Numerik

Besar angka yang bisa diterima komputer sangat tergantung dengan jumlah bit (N) prosesor komputernya. Umumnya batasan angka yang bisa diterima adalah –(2^(N-1)) sampai dengan 2^(N-1)-1. Untuk komputer 32 bit batasannya adalah -2.147.483.648 sampai dengan 2.147.483.647.

Untuk menampung nilai data ke variabel dalam suatu bahasa pemrograman tertentu, maka kita harus memahami fasilitas apa saja (statements dan jenis variabelnya) yang disediakan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Juga kita perhatikan fasilitas operasi untuk tipe data numeriknya, misalnya apakah ada MOD, DIV, AVERAGE, MAX, MIN dan sebagainya.

Adapun jenis numerik (bilangan) yang biasa digunakan terdiri atas :

- bilangan kompleks

- bilangan real

- bilangan rasional

- bilangan irasional

- bilangan bulat

Tipe Data Logika

Operator logikal (boolean) biasa digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi suatu program. Kondisi yang dicek bisa berhubungan dengan variabel numerik maupun variabel string. Nilai data dari variabel boolean adalah kondisi benar atau salah (true or false). Operator logika dasar terdiri atas AND, OR dan NOT.

  1. AND

AND adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 2 kondisi atau variabel yang ada. Jika kedua kondisi bernilai true, maka hasil operasi AND adalah true, selain itu false.

2. OR

OR adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 2 kondisi atau variabel yang ada. Jika salah satu kondisi bernilai true, maka hasil operasi OR adalah true, selain itu false.

3. NOT

NOT adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 1 kondisi atau variabel yang ada. Jika kondisi bernilai true, maka hasil operasi NOT adalah false, dan sebaliknya.

Tipe data logikal adalah variabel atau record yang bernilai logikal (true atau false).

Operasi AND, OR dan NOT dapat digabung-gabungkan untuk mendapatkan suatu kondisi yang diinginkan.

Tipe Data String

String merupakan salah satu tipe data di komputer, dan merupakan kumpulan dari karakter. Nilai data string tentunya harus ditampung di variabel atau field yang berjenis string pula.

String umumnya digunakan untuk menyimpan data yang tidak perlu diproses secara matematis, namun banyak pula orang yang lebih suka menyimpan data numerik ke dalam tipe data string. Umumnya bahasa pemrograman menyediakan fasilitas untuk mengubah nilai data numerik yang disimpan dalam tipe data string menjadi tipe data numerik. Sehingga nilai data tersebut dapat diproses secara matematis kembali.

Referensi : http://riyanwae.wordpress.com/2008/10/24/tipe-data-dan-struktur-data/

Struktur dasar algoritma

Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkahlangkah

tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi, dan pengulangan

aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma. Jadi,

sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar, yaitu :

1) Runtunan (sequence)

Sebuah runtunan terdiri dari satu atau lebih instruksi. Tiap instruksi

dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yakni

sebuah instruksi dilaksanakan setelah instruksi sebelumnya selesai

dikerjakan.

2) Pemilihan (selection)

Adakalanya sebuah instruksi dikerjakan jika kondisi tertentu dipenuhi. Tiap

–tiap instruksi akan diseleksi oleh kondisi, apabila instruksi memenuhi

kondisi yang diminta, maka instruksi akan dijalankan.

3) Pengulangan (repetition)

Salah satu kelebihan komputer adalah kemampuannya untuk

mengerjakan pekerjaan yang sama berulang kali tanpa mengenal lelah.

Kita tidak perlu menulis instruksi yang sama berulang kali, tetapi cukup

melakukan pengulangan dengan instruksi yang tersedia.

Referensi : http://prihastomo.files.wordpress.com/2008/02/algoritma.pdf/

Hal-hal yang diperhatikan dalam pembuatan algoritma dan syarat menjadi algoritma yang baik

Hal-hal yang diperhatikan dalam pembuatan algoritma

1. Komponen masukan (input)

Komponen ini biasanya terdiri dari pemilihan variable, jenis variable, tipe variable, konstanta dan parameter dalam fungsi.

2. Komponen keluaran (output)

Komponen ini merupakan tujuan dari perancangan algoritma dan program. Permasalahan yang diselesaikan dalam algoritma dan program harus ditampilkan dalam komponen keluaran. Karakteristik keluaran yang baik adalah benar (menjawab)permasalahan dan tampilan yang ramah (Frendly)

3. Komponen proses (processing)

Komponen ini merupakan bagian utama dan terpenting dalam merancang sebuah algoritma. Dalam bagian ini terdapat logika masalah, logika algoritma (sintaksis dan Semantik), rumusan, metode rekursi, perbandingan, penggabungan, pengurangan dan lain-lain.

Syarat menjadi algoritma yang baik

Suatu Algoritma yang terbaik: “Suatu algoritma harus menghasilkan output yan tepat guna(efektif) dalam waktu yang relatif singkat & penggunaan memori yang relatif sedikit(efisien) dengan langkah yang berhingga & prosedurnya berakhir baik dalam keadaan diperoleh suatu solusi ataupun tidak ada solusinya”

Referensi : http://blog.uin-malang.ac.id/maskalsaintek/2010/09/26/logika-dan-algoritma/