Senin, 28 Desember 2009

Keju seabad masih enak

Keju umur seabad tapi masih segar? Begitulah keadaan dua bungkus keju yang ditemukan di gubuk yang dihuni penjelajah asal inggris, Robert falcon scott, pecan lalu. Maklum saja. Gubuk itu berada di daerah antartika alias kutub selatan, yang suhunya luar biasa dingin. Keju itu berada di dalam tas yang dicantelkan didinding dalam gubuk.

Penemu makanan itu adalah sejumlah pegiat pelestarian lingkungan asal Selandia Baru yang melakukan perjalanan kekawasan tersebut. Makanan itu bagian dari bekal hidup Robert Falcon Scott yang melakukan ekspedisi ke antartika pada 1910-1912. Ia dan empat kawanya menggunakan gubuk yang terletak di Cape Evans sebagai basis untuk menuju titik kutub selatan. Mereka berlima berhasil mencapai titik kutub pada 17 Januari 1912. Namun mereka semua tewas dalam perjalanan kembali ke gubuk tersebut.

Sayang sekali mereka meninggal di saat perjalanan pulang,ini menjadi pengalaman bagi orang yang berpetualang, bahwa harus membawa cadangan makanan saat berpetualang. Dan keju itu mungkin sudah tidak layak lagi di makan,tetapi dapat membantu di saat situasi terdesak.

Referensi: warta kota

Ada 30-an jarum di tubuh bocah

Setelah melakukan pembedahan selama sekitar lima jam terhadap bocah lelaki umur dua tahun, para dokter akhirnya berhasil mengambil empat jarum jahit dari paru-paru bocah tersebut jumat lalu. Operasi itu berlangsung disebuah rumah sakit besar di kota Salvador,Brasil.

Si bocah masih dalam perawatan intensif. Jika kondisinya membaik dan stabil, dokter masih akan melakukan paling sedikit dua kali pembedahan untuk mengeluarkan barang yang sama di beberapa bagian dalam tubuhnya.

Semula diperkirakan ada 50 jarum yang setiap batangtnya sepanjang sekitar 5 cm. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, diperkirakan hanya 30-an yang masih tersisa di dalam tubuh bocah itu.

Bagaimana bisa? Ternyata jarum-jarum itu dimasukkan oleh ayahnya atas perintah ibu tiri bocah tersebut, yang memercayai advis dukun. Menurut si Ibu tiri,jarum yang dimasukkan ke tubuh bocah itu bisa mempererat hubungan dia dengan ayah si bocah. Kedunya kini ditahan.

Di jaman sekarang harusnya jangan lagi pakai-pakai ilmu gaib,pertama dosa kedua merugikan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik sewajarnya saja.

Referensi: warta kota

Selasa, 24 November 2009

Pembukaan Hutan Belum Bawa Kesejahteraan bagi Warga Kampung

Di tanah Jayapura pembukaan hutan untuk investasi perkebunan maupun pengolahan kayu di Papua belum mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Kegiatan itu dinilai lebih banyak menimbulkan degradasi social dan adat. Yang pasti warga pedalamn Papua kesulitan mendapatkan makanan dan obat karena hutan dibuka. Bagi suatu suku di Papua bahwa hutan atau tanah adalah ibu yang memelihara warga. Pemahaman ini mulai hilang karena hutan dapat bernilai ekonomi. Masuknya berbagai perusahaan kayu dan memberikan iming-iming uang melimpah membuat warga menyerahkan hutannya kepada mereka untuk di tebang. Dan sayangnya warga tidak dapat mengelola uang dengan maksimal,mereka buta akan uang dan tidak memikirkan dampak dari semua itu. Seharusnya pohon yang ditebang harus segera digantikan dengan bibit baru dan menebangpun harus dibatasin.

Dampak Terhadap Lingkungan Biota adalah Pembukaan hutan sekunder dan penyiapan lahan tanam akan memberikan dampak yang nyata terhadap lingkungan biota. Struktur dan komposisi komunitas tumbuhan akan berubah secara total. Vegetasi hutan sekunder yang sebelumnya terdiri dari berbagai jenis, umur, dan memiliki struktur dan fungsi yang sesuai dengan keseimbangan ekosistem hutan, dalam jangka pendek akan guncang. Dampak negatif ini akan teratasi dalam waktu singkat dengan adanya pemeliharaan tanaman jeruk secara intensif dan memberikan keseimbangan baru bagi ekosistem wilayah.

Dampak penting lainnya akibat dari pembukaan lahan adalah berubahnya ekosistem tertutup menjadi ekosistem terbuka. Siklus hidup organisme peng-ganggu akan terputus, dan kalaupun mampu bertahan hidup, akan memakan apa adanya, atau bahkan akan menyerang tanaman jeruk di kebun plasma. Organisme pengganggu pada umumnya adalah satwa liar yang suka akan habitat terbuka. Dengan demikian, pembukaan lahan diperkirakan justru akan meningkatkan baik jenis maupun populasi dari organisme penganggu. Oleh karena itu dampak negatif ini penting dan harus diwaspadai serta diantisipasi dengan metode pengendalian hama terpadu yang tepat, baik itu secara mekanis maupun secara biologis dan kimiawi.


Salah satu sumberdaya yang telah dieksploitir dengan tanpa memperhatikan kelestariannya adalah sumberdaya hutan. Sumberdaya hutan telah memberikan sumbanganyang besar terhadap pembangunan. Tetapi akibatnya hutan menjadi rusak bahkan berubah menjadi padang ilalang atau padang pasir. Sampai saat ini pembukaan hutan masih tetap terjadi.

Kegiatan pembukaan hutan ini menyebabkan rusaknya fungsi hutan, seperti fungsi sumber keanekaragaman hayati, fungsi menjaga tata air, fungsi pembersih udara dan lain-lain. Saat ini telah diusahakan untuk memperbaiki fungsi hutan ini, walaupun mungkin tidak dapat berfungsi sebaik pada saat hutan masih alami, tetapi paling tidak sebagian fungsi tersebut masih ada.

Akibat dari terjadi konversi hutan ini menyebabkan beberapa akibat diantaranya :

1. Global radiation dan Net radiation Dalam ekosistem yang bervegetasi, sebagian besar solar-radiasi ditangkap oleh tajuk tumbuhan dan hanya sebagian kecil yang diteruskan dan direfleksikan kembali atau hilang. Oleh karena itu pelenyapan vegetasi, seperti penebangan hutan, akan meningkatkan secara drastis jumlah solar-radiasi yang mencapai permukaan tanah. Vegetasi penutup permukaan tanah, selain vegetasi hutan, biasanya mempunyai nilai transmisi dan reflektivitas radiasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan vegetasi hutan. Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya energi radiasi yang dapat m,encapai permukaan tanah dan akibat selanjutnya ialah perubahan pola suhu tanah.

2. Pola temperatur
Banyak bukti empiris menunjukkan bahwa pembukaan lahan hutan diikuti oleh lebih tingginya suhu udara siang hari. Suhu udara pada ekosistem hutan lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem pertanian, perbedaan dapat mencapai 1.0 -–1.5oC. Hasil studi di Afrika Barat membuktikan bahwa suhu udara di daerah yang dibuka lebih tinggi (sekitar 4oC) dibandingkan dengan daerah hutan. Dalam kaitannya dengan suhu udara ini, di daerah yang hutannya dibuka ternyata suhu siangnya lebih tinggi dan suhu malamnya lebih rendah. 3. Kelembaban udara.

Pemerintah harus lebih berhati-hati dalam pemberian ijin dan hak pengusahaan hutan. Berbagai rencana pemberian ijin proyek dan eksploitasi hutan di dalam wilayah adat harus didasarkan atas perundingan bersama masyarakat adat yang menguasainya dan dipertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat adat.
Untuk mengatasi terjadinya konversi hutan ini memerlukan kerja sama yang baik dari pemerintah, masyarakat serta aturan yang dibuat harus ditaati dan tidak menyimpang terutama yang menyangkut masalah kehuutan yang ada di Indonesia. Salah satu pemecahannya adalah dengan pengelolan kepada masyarakat adat.

Pemerintah dan DPR harus segera memperbaiki kebijakan tentang otonomi daerah agar memprioritaskan terjadinya devolusi, yaitu mendorong terjadinya pergeseran kekuasaan dan wewenang yang lebih besar ke tingkat komunitas adat (otonomi asli komunitas masyarakat adat) Departemen Kehutanan harus segera menerapkan keterbukaan (transparansi) atas seluruh data dan informasi kehutanan. Data dan informasi yang transparan akan mendorong masyarakat untuk memantau dan melaporkan kegiatan-kegiatan eksploitasi hutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pemanfaatan berkelanjutan. Dari segi organisasi non pemerintahan pula perlu memberikan andil dalam penyelamatan hutan Indonesia. Salah satunya dengan kampanye.

Kampanye “illegal logging” harus diletakkan dalam sebuah arus besar pelestarian sumberdaya hutan dan gerakan sosial lainnya di Indonesia. Dengan demikian, kampanye anti “illegal logging” hanyalah bagian kecil dari kampanye anti pengrusakan hutan (destructive logging).

http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=10123&idrb=40101
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ilmu-kesehatan/pengaruh-lingkungan-terhadap-populasi
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&jd=Lomba+Tulis+YPHL+%3A+MENYOAL+KONVERSI+LAHAN+HUTAN+DI+INDONESIA&dn=20081016175718
Koran Kompas, Sabtu, 21 November 2009, Halaman 22

Mulai Banjir dan Warga Buat Sumur Resapan

Hari Jumat,Kota Malang diguyur hujan deras dan disertai angin yang sangat kencang pada pukul 12.30 sampai 14.00. Dikawasan tersebut banyak air yang tergenang dan pohon tumbang. Dikawasan sekitar Kota Malang ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa, memang hujan sangat deras kala itu sehingga membuat dinding sungai Kasin longsor karena tidak kuat menahan air hujan. Dikawasan yang berbeda tapi masih di Kota Malang juga, terjadi hujan es sebesar kelereng. Hujan es ini cukup lebat,bunyinya sangat keras sehingga merusak genting asbes. Dan apabila hujan es mengenai anda apa rasanya,pasti sakit.

Wali kota Malang Peni Suprapto tak kunjung diam,mereka memberi himbauan kepada warganya supaya setiap warga membuat sumur resapan air, hal ini dikarenakan pertambahan jumlah penduduk sehingga air sulit meresap kedalam tanah. Pemkot Malang menyerukan pembuatan sumur resapan guna menanggulangi genangan air yang disebabkan banjir. Dan Kabupaten Malang mengucurkan dana lima milyar untuk tanggap darurat. Ini beberapa kawasan langganan banjir diantaranya, kecamatan ampelgading, kecamatan tirtoyudo, kecamatan gadengan, kecamatan sumbermanjing wetan, kecamatan bantur dan kecamatan kesembon.

Banjir adalah peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan(yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Ada dua faktor perubahan kenapa banjir terjadi. Pertama itu perubahan lingkungan dimana didalamnya ada perubahan iklim, perubahan geomorfologi, perubahan geologi dan perubahan tata ruang. Dan kedua adalah perubahan dari masyarakat itu sendiri. Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan, makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir, tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai).
Lubang resapan biopori atau sumur resapan adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organikyang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Debit banjir berasal dari hulu yang perlu perlindungan dan pelestarian sumber daya air, dimensi sungai dan saluran yang ada perlu menyesuaikan dengan banjir rencana, perlu normalisasi sungai, saluran dan situ-situ, pembuatan tandon air/danau buatan untuk menampung air sebagai pengganti resapan yang hilang, pelestarian situ yang ada untuk menampung air di musim hujan dan memberikan air di musim kemarau.
Terakhir pemerintah pusat dan daerah perlu membuat sumur resapan di kawasan instansi masing-masing, kompleks perumahan, taman-taman, dengan kedalaman minimal 5-7 meter dan lebar 1-2 meter, dapat diisi ijuk, pasir, batu krikil, arang.

Saran saya kepada pemerintah pusat ataupun daerah,mumpung belum terlambat mari setiap warga bergotong royong membersihkan saluran air atau drainase yang tersumbat oleh sampah, membersihkan kali dan sungai yang penuh endapan Lumpur dan sampah, membuat sumur resapan air atau biopori dan mempersiapkan bantuan dana,pangan,obat-obatan,tenaga medis,relawan apabila bencana itu dating.

http://sumurresapan.blogspot.com/
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1260
http://mbojo.wordpress.com/2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/
Koran Kompas, Sabtu, 21 November 2009, Halaman 22

Senin, 23 November 2009

Keberlanjutan Pembangunan

Keberlanjutan pembangunan di saat ini adalah memberikan masukan-masukan yang positif mengenai lingkungan. Dan baru-baru ini pembangunan akan berjalan dengan etikanya. Bagaimanapun ini terjadi,tetap saja lingkungan dan bumi ini kita jaga, jangan sampai bumi ini panas dan tak ada oksigen. Peran lingkungan sangat terpenting dan eratnya kepada kehidupan.

Pembangunan itu sendiri akan diatur dengan pemerintah dengan pengelolaan dan pemantauan langsung di lapangan. Karena supaya tidak ada permainan kotor antar investor dan pemilik bangunan. Pemerintahpun seharusnya berupaya memberikan pengarahan kepedesaan mengenai lingkungan ke berbagai hal atau masalah.

Semoga pemerintah dapat mensukseskan programnya yang dapat membanggakan masyarakat. Dan para pemilik bangunan dan investor untuk lebih mengerti lingkungan dan rakyat kecil.

Kesadaran Lingkungan dalam Pembangunan

Di jaman yang moderen ini kebanyakan orang tidak sadar betul akan lingkungan. Sebab masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, menebang hutan secara illegal, pembuangan limbah oleh perusahaan di lepas pantai, pembukaan lahan atau perkebunan dan masih banyak lagi macamnya.

Dari masalah ini saja sudah menunjukan tidak adanya kesadaran manusia untuk menjaga lingkungan. Apa lagi untuk menjaga lingkungan di dalam pembangunan. Pemilik bangunan saja terkadang tidak mau menau masalah lingkungan. Yang dia pikirkan bagaimana usahanya bisa maju dan sukses.

Seharusnya pemerintah tahu benar permasalahan ini,terkadang pemerintahpun ikut main dalam permasalahan ini, liatlah dampak dari suatu masalah bukan masalah di abaikan begitu saja.

Bagaimana Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dengan Pembangunan

Pencemaran dan kerusakan lingkungan dari pembangunan salah satunya hilangnya kawasan lahan penghijauan atau berkurangnya pepohonan. Mereka membuka lahan seperti lapangan,taman,dan kebun secara besar-besaran dan tidak tertata dengan baik.

Berbagai pepohonon dibabat habis,dan diratakan dengan beton yang sangat tebal,membuat air susah meresap ke dalam beton. Pembangunan yang tidak bersekala atau pembangunan berjangka pendek yaitu lima tahun. Dimana pembangunan tidak sesuai mutu yang diberlakukan pemerintah. Sehingga apabila terjadi gempa,tak dapat dihiraukan bangunan itu akan roboh.

Pemerintah seharusnya menganjurkan kepada investor untuk memperhatiakn segi lingkungan,karena berdampak sekali bagi setiap makhluk. Dan investor jangan mementingkan bisnis dan keuntungan belak